Sejarah SMKN 1 CIPUNAGARA


          SMKN 1 CIPUNAGARA,SUBANG,JAWA BARAT 

 Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Negeri 1 Cipunagara Kabupaten Subang berdiri tahun 2004, yaitu melalui tahapan – tahapan perencanaan yang didahului penjajagan, studi kelayakan dan pembuatan proposal, rapat koordinasi gabungan, serta penerbitan Surat Keputusan Bupati Subang, dan Penugasan Kepala Sekolah sebagai Pelaksana Harian. Selanjutnya dilakukan rapat pimpinan sekolah dengan para guru, yang bertugas untuk mempersiapkan pendaftaran siswa baru, yaitu pada bulan Juni 2004. sejak saat itu dibuat tim kecil yang menangani penerimaan siswa baru untuk mengatur strategi dan pendekatan berbagai sekolah SMP/MTs untuk dapat meraih siswa. Diantaranya dengan memasang spanduk, menyebarkan brosur ke tiap sekolah, ke desa – desa dan masyarakat di kecamatan Cipunagara, Kecamatan Compreng, dan Kecamatan Pagaden, tak lupa juga menyebarkan ke wilayah Kabupaten Indramayu ( Haur geulis ) karena lokasi dekat dengan CipunagaraBerbagai kendala diperoleh termasuk teror dari sekolah swasta yang keberadaanya merasa terganggu adanya pendirian sekolah SMK Negeri, yang dianggapnya saingan. Disitu muncul berbagai ide oleh anggota tim yang menginginkan siswa banyak tetapi dengan tidak mengambil hak sekolah lain. Sedangkan berbagai guru yang menjadi pengelola di SMP dan MTs, dikoordinasikan agar menjadi mitra yang baik, diantaranya tim SMK juga melibatkan guru SMP terkait dalam tim, yang mana sangat bertanggung jawab dengan keberadaan tugas yang dilaksanakannya.  Cara lain, yaitu menyebarkan brosur keberbagai desa dan masyarakat yang terlewati melalui informasi mikrofon, dan melalui informasi setiap pertemuan dimanapun sedang berkumpul masyarakat. Tak heran kebijakan Kepala Sekolah juga mengambil inisiatif untuk membebebaskan para siswa yang mendaftarkan diri kesekolah sebelum batas penutupan, namun sebagai prioritas pertama. Dimana siswa mendapat bea siswa gratis SPP 1 tahun. Dengan ditambah bebas biaya alat praktek, dan uang pendaftaran. Hal tersebut sangat menarik dan menjadi dambaan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya tetapi terbatas biaya untuk masuk dan biaya pendidikan lainnya.
Proses Ijin Pendirian SMK Negeri 1 Cipunagara  Pada mulanya SMK ini akan didirikan di Kecamatan Binong pada tahun 2002 lalu, karena tidak disambut dengan baik oleh unsur Dinas dan bahkan unsur masyarakat sebagian di wilayah tersebut, Karena di Kecamatan Binong tersebut akan dibangun SMK Unggulan oleh Prof. Dr. Ermaya Suradinata ( Gubernur Lemhanas di Jakarta ). Atas pertimbangan berbagai pihak, akhirnya dialihkan ke Kecamatan Cipunagara yang saat itu kondisinya memang sangat membutuhkan adanya sekolah setingkat SMK/SMA/MA dimana ada tiga sekolah SMP Negeri, dan beberapa MTs swasta dan pesantren yang lokasinya berdekatan, tetapi tidak ada jenjang yang lebih tinggi ( SMK/SMA/MA ), untuk itulah berbagi pertimbangan itu akhirnya harus didirikan di Cipunagara.  Dimulai Rapat Koordinasi Gabungan antara berbagai elemen masyarakat yang ingin mendirikan sekolah itu, diantara para kepala sekolah SMP, para guru, Tokoh Masyarakat di Cipunagara, mulai Camat, Kepala Desa, Ketua LPM, dan unsur LSM yang ada di Cipunagara dan sekitarnya. Undangan rapat dibuat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Subang yang ditanda tangani oleh Kepala Sub. Dinas Dikmen Bapak Drs. Ma`mur Sutisna WD, M.MPd. atas nama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. selanjutnya rapat menghasilkan berbagai kesimpulan diantaranya : Badan Pendiri, Pelaksana dan Pimpinan SMK, dan Komite Pembangunan, selanjutnya diteruskan peninjauan lokasi yang akan didirikan. Pada saat itu perhatian seluruhnya untuk mendirikan sekolah di SMPN 1 Cipunagara terdekat. Tak terpikir kemudian akan ada masalah – masalah yang timbul dikemudian hari sehingga ada gagasan lain untuk SMKN dibangun disebelah selatan agar pembanguinan dan pengembangan lebih terpokus dan luas. Akhirnya dilapangan sepakbola dengan mengambil disebelah barat.  Dari pembicaraan yang matang berbagai masukan baik, dari guru, masyarakat ataupun pihak orang tua murid, sehingga keinginan untuk membangun sekolah SMK di lapang bola akhirnya disetujui, dan pada tanggal 17 Agustus 2004 bersamaan dilaksanakannya Upacara memperingati HUT RI ke-59, sekaligus dilakukan peletakan batu pertama oleh Anggota DPRD Kabupaten Subang, Camat Cipunagara dan Kapolsek Pagaden/Cipunagara dan tak lupa Kepala SMK Negeri Cipunagara, hadir pada pelaksanaan tersebut beberapa Kepala Desa se-Kecamatan Cipunagara, para aparat kecamatan, aparat desa, para guru anggota PGRI, para Kepala Dinas se-Kecamatan Cipunagara siswa/siswi SD,SMP,SMK se-Kecamatan Cipunagara, Pramuka, PMR , dan tak lupa unsur Paskibra dari siswa/siswi SMP dan SMKN Cipunagara serta anggota masyarakat lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semua bahu membahu untuk menyambut HUT RI ke-59 dan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Negeri 1 Cipunagara Subang.

Perkembangan SMK Negeri 1 Cipunagara  Kita ketahui bersama bahwa SMK Negeri 1 Cipunagara merupakan sebuah SMK Negeri yang keberadaannya berasal dari SMK Kecil di SMP Negeri 1 Cipunagara. Kerena tuntutan permintaan masyarakat yang cukup besar akan kebutuhan SMK di daerah ini, yang dibuktikan dengan besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK maka dibangunlah SMK Negeri 1 Cipunagara ini dengan kondisi fisik yang kurang memadai.
  Kondisi fisik yang ada saat ini cukup untuk mengantisipasi terhadap animo siswa SMP yang akan melajutkan di SMK Negeri 1 Cipunagara meski belum memenuhi standar pelayanan minimal 100%. Penanganan mendesak yang harus diwujudkan untuk mengantisipasi kesan siswa SMP bahwa kondisi di SMK tidak layak memberikan palayanan kepada mereka haruslah dihilangkan. Maka penataan fisik dilakukan.
  Pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan juga merupakan target mendasar yang harus dikerjakan di tahun 2008 ini, membangun kebersamaan, membangun pemahaman makna pembelajarn serta semangat kerja dalam memberikan pelayanan kepada siswa secara maksimum dengan kondisi fisik dan peralatan yang sangat minim merupakan pekerjaan bersama antara Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan yang mendesak untuk dilakukan.
BIDANG KEAHLIAN 
1. Teknologi dan Industri
2. Bisnis dan Manajemen
PROGRAM KEAHLIAN :
1. Teknik Kendaraan Ringan
2. Teknik Bisnis Sepeda Motor 
3. Teknik Pemesinan 
4. Teknik Elektronika Industri 
5. Teknik Komputer dan Jaringan 
6. Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran 
7. Akuntansi 
PEMBINAAN KESISWAAN 
  Bidang kesiswaan mulai merencanaan program pembinaan kesiswaan yaitu dengan mengadakan
pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMKN-l Cipunagara Subang, sebagai sarana untuk melatih kepemimpinan siswa yang bertujuan mengatur jalannya organisasi tingkat siswa, dimana siswa dapat memimpin anggotanya dalam wadah yang kecil untuk membantu pelaksanaan kegiatan yang berkaitan aktivitas siswa/siswi di sekolah ataupun diluar sekolah, sebagai utusan sekolah mulai dari kegiatan karya tulis ilmiah ( lomba karya siswa /LKS) lomba olah raga kesenian, paskibra, PMR, Latihan belanegara , pembentukan karakter siswa, atika dan norma , kewirausahaan, kegiatan lingkungan hidup, kreasi dan penampilan kreativitas siswa dalam bentuk seni, drama , puisi, penulisan artikel, majalah dinding, membuat barang yang berguna untuk dijual, bakti social, gerakan kebersihan, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan hari besar Islam dan keagamaan.
Program tersebut dikaitkan dengan ekstra dan intra kurikuler, sehingga siswa dapat melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggungjawab.
  Kegiatan Belajar berjalan terus menerus tanpa henti, sampai siswa meraih sertifikat atau ijazah tanda kelulusan dan tamat siswa SMK, hal ini untuk mendorong siswa dapat belajar dengan tekun, rajin dan menghasilkan kualitas peserta didik yang diinginkan sesuai dengan standart dan pada akhirnya dipakai masyarakat. Pengembangan dan peningkatan kualitas melalui belajar tatap muka, dan penugasan di rumah bisa selalu diawasi melalui program evaluasi tengah semester, akhir semester, atau akhir studi, dimana setiap siswa diberikan sertifikat sesuai kompetensi dasar atau lanjutan atau lulus dan dapat melanjutkan ke perguruan tinggi melalui PMDK atau UMPTN.
  Program kegiatan belajar tatap muka, ditambah dengan praktek bengkel akan dibuat jadual yang memadai dan bobot materi sesuai dengan kurikulum yang diajarkan disekolah. Bila bobot tersebut kurang dari semestinya bisa jadi harus menambah jam pelajaran diluar tatap muka bisa dibuat tugas berstruktur dirumah atau tugas merangkum, tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi mata pelajaran praktek bengkel, yang harus dilakukan sesuai dengan target pelajaran, missal target tersebut harus membuat alat, maka harus jadi alat bukan ditambah tugas lain. Untuk membuat alat siswa diberikan materi dasar pelajartan yang mengarah pada pengenalan kepada bidang produktif, dan mengerti dasar – dasar teknik sebagai prasyarat untuk meneruskan pelajaran selanjutnya dan pelajaran yang lebih tinggi atau kelanjutan. Seorang siswa tidak boleh mengikuti pelajaran selanjutnya jika masih punya utang pada pelajaran prasyarat tersebut, dan jika telah lulus memenuhi criteria barulah boleh meneruskan pelajaran berikutnya dan seterusnya sampai siswa berhasil mengumpulkan pelajaran demi pelajaran sampai kelas 3 dan lulus di kelas 3 dengan kualitas yang baik dan sesuai standar yang diharapkan semua pihak.
  Dan mulai tahun pelajaran 2008/2009 ini, SMK Negeri 1 Cipunagara mewajibkan siswa baru untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama 3 bulan pertama, sebagai salah satu bentuk pemelajaran kedisiplinan siswa.
Penyelenggaraan kegiatan ekstra kurikuler
  Fasilitas ini harus bisa melayani 570 siswa, yang terbagi dalam 4 Program Keahlian yaitu Tenik Mekanik Otomotif, Teknik Elektronika, Administrasi Perkantoran dan Akuntansi.
  Sebagai bagian dari tugas sekolah biasa (kegiatan belajar mengajar) diharapkan siswa dapatbekerja sama dengan pihak lain terutama program yang sangat menyentuh masyarakat luas, misalnya PMR, Paskibra, Olahraga, Kesenian dan Pramuka. Semua itu harus bertumpu pada pembinaan sikap dan moral yang kuat dan kokoh sebagai insan yang beriman, tetapi tidak melupakan tugasnya di sekolah sebagai siswa yang harus belajar dengan baik. Program ekstra kurikuler dimaksudkan untuk melatih siswa belajar beradaptasi dengan lingkungan dan masyharakat serta dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sebagai tambahan ilmu, diluar belajar rutin di kelas dan praktek di bengkel, kondisi ini dapat dimanfaatkan kelak menjadi pengurus atau pemimpin di masyarakat apakah itu Ormas, Orpol atau LSM, yang dapat meningkatkan kualitas diri seseeorang hingga menjadi lebih baik.







Comments